Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Yahudi

YAHWEH ITU PAHLAWAN PERANG (YHWH IS WARRIOR)

Sebuah tafsiran tematis tentang Kesaksian Bangsa Israel atas TUHAN-nya serta relevansinya bagi kita sekarang Pendahuluan Penulis sangat tertarik untuk membahas Yahweh yang terkesan dekat dengan kekerasan. Dalam hal peperangan, IA adalah pahlawan perang (Kel 15: 3) yang berperang bagi Israel untuk melawan musuh-musuh mereka (Kel 14:14; Ul 1: 30; 3: 22), serta yang turut berperang bersama dengan Israel (Yos 10: 7-11). Namun dalam kondisi berbeda, Yahweh tidak hanya menjadi pahlawan perang bagi pihak Israel, IA pun juga berperang melawan Israel! (Yer 21: 5; Rat 2:5). Gagasan bahwa “Yahweh di pihak kita” (oleh Israel) berubah menjadi “Yahweh seteru Israel” atau “Yahweh musuh kita”. Dari gambaran-gambaran di atas, terlihat bahwa Yahweh begitu konsisten dengan keberpihakannya terhadap kekerasan! Gambaran Bapa yang maha kasih dan membenci kekerasan dalam Perjanjian Baru seolah-olah kontradiktif dengan apa yang menjadi gambaran Perjanjian Lama. Yang menjadi permasalaha...

Mempertanyakan Allah di tengah Penderitaan

Sebuah uraian dan refleksi teologis atas ‘penderitaan’ umat Pilihan Allah serta tindak lanjutnya sebagai umat yang hidup pada zaman ini. Pendahuluan Maromak La Toba! [1] , Gusti ora Sare (Tuhan tidak pernah tidur!) sebuah ungkapan klasik yang menjadi dasar teologi yang saya anut sejak dulu. Ketika dalam keadaan sukacita dan bahagia dalam sebuah kemujuran atau nasib baik, kita pun akan dengan mudah mengucapkan ungkapan “Ya! Benar, Tuhan tidak pernah tidur! Ia akan selalu memperhatikan anak-anaknya.” Begitu pula pada saat kondisi malang dan menderita, dengan ratap pun kita akan terus menerus minta pertolongan dengan kepercayaan bahwa Tuhan pun tidak pernah tidur. Dalam paper singkat ini, saya tertarik untuk mengambil tema penderitaan yang menjadi center atau sorotan utama dalam pembahasan dan refleksi teologis saya nantinya. Untuk lebih spesifiknya, sorotan kali ini akan tertuju pada bangsa Israel (baca: Yahudi) sebagai umat perjanjian Allah serta yang menjadi titik pijak Perja...